Rabu, 12 Juni 2019

UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.)



Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) atau nama lainnya Manihot utilissima Pohl. dikenal sebagai ketela pohon atau singkong, merupakan tanaman tahunan di daerah tropis dan subtropis. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Umbi atau akar pohon ubi kayu panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2 3 cm dan panjang 50 80 cm, tergantung dari jenis ubi kayu yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi ubi kayu tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Ubi kayu merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun ubi kayu karena mengandung asam amino metionin.
Umbi ubi kayu banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram ubi kayu yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis ubi kayu yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka.
Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Sedangkan di Indonesia ubi kayu merupakan tanaman rakyat yang sudah dibudidayakan secara komersial sejak awal abad ke-19.

1.    Penyebaran Tanaman Ubi Kayu
Jenis ubi kayu Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas Manihot esculenta dapat dibudidayakan.

Ubi kayu ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

Ubi kayu memiliki beberapa nama lokal, seperti ketela pohon, ubi kayu, pohung, kasbi, sepe, boled, budin (Jawa), sampeu (Sunda), dan kaspe (Papua). Sedangkan di Filipina dikenal dengan nama Kamoteng kahoy. Dalam bahasa Inggris disebut Cassava atau tapioca plant.

2.    Taksonomi
Kerajaan
Sub Kerajaan
Super Divisi
Divisi
Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Sub Famili
Bangsa
Genus
Spesies
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Plantae (Tumbuhan)
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Magnoliopsida (Berkeping dua/ dikotil)
Rosidae
Malpighiales
Euphorbiaceae
Crotonoideae
Manihoteae
Manihot
Manihot esculenta Crantz.

3.    Morfologi
a.    Batang
Batang ubi kayu berkayu dengan tengah batang memiliki gabus. Kulit batang tipis. Sepanjang batang memiliki benjolan bekas pangkal tangkai atau ketiak daun. Batang ubi kayu dapat mencapai lebih dari 3 meter. Batang tua berwarna coklat terang sampai tua. Batang muda berwarna hijau. Batang ubi kayu biasa digunakan untuk bibit dengan cara stek batang.

b.    Daun
Daun ubi kayu pada umumnya menjari. Dengan bentuk jari-jari daun menyerupai telapak kaki cicak, yaitu membentuk oval dengan ujung lancip. Ada pula varietas dengan jari-jari daun yang panjang dan lurus. Panjang jari 12 – 20 cm berwarna hijau. Tangkai daun berwarna merah atau putih tergantung varietasnya.  Ada pula ubi kayu hias dengan warna daun hijau kombinasi kuning dengan tangkai daun berwarna kuning.

c.    Bunga
Bunga ubi kayu tumbuh di ketiak daun ketika usia tanaman sudah tua atau lebih dari 1 tahun. Bunga ini membentuk tandan. Warna mahkota bunga ungu sampai putih bagian dalam. Bentuk bunga seperti lampion segi empat dengan ujung meruncing pada pertemuan empat mahkotanya.

d.    Buah
Buah ubi kayu tidak sempurna. Memiliki empat ruang yang dalam buahnya. Biji ubi kayu jarang ditemui.

e.    Umbi/Akar
Akar ubi kayu menggelembung membentuk umbi. Panjang dan diameter umbi bervariasi tergantung umur dan kesuburan tanaman. Kulit umbi tipis berwarna coklat tua. Di bawah kulit tipis ini masih ada kulit yang agak tebal dengan warna putih keunguan. Warna umbi putih atau kuning tergantung varietasnya. 

4.    Varietas Ubi Kayu
Varietas-varietas ubi kayu unggul yang biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega (kuning), Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4.

(Dirangkum dari berbagai sumber oleh Narwan Eska)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar