Kamis, 13 Juni 2019

Serangga Hidup di Es


Kebanyakan serangga akan lesu pada suhu rendah. Namun ternyata ada juga beberapa serangga yang tetap giat dan hidup subur di daerah es. Seperti yang ditemukan oleh para ilmuwan di salah satu gletser daerah Himalaya.
Serangga itu disebut agas gletser. Tubuhnya tahan dingin dan tetap giat pada suhu di bawah titik beku. Bahkan adaptasinya terhadap cuaca dingin sangat baik sehingga serangga ini justru tidak tahan panas dan mati apabila dipegang tangan manusia.
Sayap agas telah mengecil sehingga tidak dapat terbang. Agas gletser berjalan di atas salju dan es. Larva dan pupanya yang sedang tumbuh, hidup di aliran tempat lelehan salju yang mengalir. Larvanya memakan ganggang dan bakteri.
Selain agas gletser, ada lagi serangga yang lain, yaitu capung jangkung dan capung batu. Kedua serangga ini memakan ganggang dan bahan organik lain di salju dan bertelur di situ.
 Capung batu tumbuh dan mencapai kematangan di air dingin di bawah salju. Capung ini giat pada suhu serendah -50 Celsius, tetapi tidak dapat hidup di atas suhu 200 Celsius. Serangga semacam itu dapat tetap giat pada suhu rendah berkat bahan kimia antibeku di dalam cairan tubuhnya.

Sedangkan makhluk di daerah es selain serangga yang hidup di gletser ialah cacing es dan ganggang anggrek yang tahan dingin dan menjadi makanan binatang yang hidup di es.

Zat antibeku alam
Sel hidup akan mati kalau membeku. Sebabnya ialah kalau menjadi es, air di dalam sel akan mengembang sehingga akan menghancurkan selaput sel. Beberapa serangga dapat hidup di iklim beku karena mempunyai zat antibeku alam yang disebut gliserol di dalam cairan tubuhnya.
Sel serangga ini tidak beku sampai suhunya turun hingga -200 Celsius. Sel-sel yang terlindung ini mengeluarkan cairan sehingga esnya terbentuk di luar sel, bukan di dalam sel.
Sebagai perlindungan lebih lanjut bagi selaput ini, gliserol di dalam cairan ini menyebabkan kristal es terbentuk tanpa ujung menggerigi yang dapat merusak sel.
Mengenai ketahanan gliserol ini, ada yang lebih hebat lagi. Seperti serangga kupu kubis, di mana pada musim dingin menjadi pupa. Di dalam cairan tubuhnya terdapat gliserol yang tahan pada suhu -300 Celsius. (*)


Dirangkum dari berbagai sumber oleh Narwan Eska.
Foto-foto : Dunia Serangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar