Senin, 21 Oktober 2019

Fakta Tentang Trenggiling, Mamalia Bersisik dan Lucu


Keberadaannya paling terancam di dunia akibat perdagangan sisik dan dagingnya.

Foto: pinterest.com/Dana Allen

Trenggiling sebenarnya hewan yang lucu, namun mereka menjadi hewan paling terancam punah. Pasalnya trenggiling memegang rekor sebagai mamalia paling diperdagangkan di dunia.
Trenggiling juga dikenal sebagai "trenggiling bersisik", dan karena sisiknya hewan berlidah panjang ini diburu manusia. 

Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), dan sumber-sumber lainnya, mari kita cari tahu mengapa hewan menggemaskan ini paling terancam punah.

1. Namanya dari bahasa Melayu yang berarti ‘menggelinding’


foto: pinterest.com/Africa Freak

Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), nama ‘trenggiling’ berasal dari kata dalam bahasa Melayu ‘pengguling’, yang secara bebas diterjemahkan menjadi ‘sesuatu yang menggelinding’.

Pada kenyataannya, trenggiling memang melakukan hal itu saat terancam. Untuk mempertahankan diri ketika merasa terancam, mamalia kecil ini menggulung diri membentuk bola, mirip dengan landak dan armadillo.

Beberapa spesies, seperti trenggiling berekor panjang, memiliki ekor yang dapat diatur yang membantu memanjat pohon dan menggantung pada dahan. Baik saat meraih makanan atau pindah panjatan.

2. Trenggiling memiliki sisik di tubuh bagian atasnya
Foto: pinterest.com/Atlas Obscura

Kecuali bagian bawahnya, tubuh trenggiling tertutup sisik seluruhnya. Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), sisik-sisik itu terbuat dari keratin, protein yang sama yang membentuk rambut dan kuku pada manusia. Berat seluruh sisiknya sekitar 20% berat tubuhnya.

Dilansir dari mnn.com (24/05/2018), ada delapan spesies trenggiling yang tersebar di Asia dan Afrika, sub-Sahara. Hewan nokturnal ini tidak memiliki gigi dan tidak bisa mengunyah. Namun memiliki lidah runcing, panjang dan lengket sepanjang 16 inci.

Dengan lidah panjangnya trenggiling melahap semut, rayap, larva, dan serangga lainnya.
Trenggiling juga memiliki cakar-cakar panjang.  Cakar-cakat itu digunakan untuk menggali sarang semut atau rayap sebelum menjilati dengan lidah lengketnya.

3. Tubuh trenggiling memiliki fitur genetik yang unik
Foto: spirithoods.com

Trenggiling menarik perhatian para ilmuwan selama bertahun-tahun dengan kualitas mirip aardvark. Dilansir dari mnn.com (29/09/2016), para peneliti menemukan apa yang ada di balik beberapa fitur unik trenggiling. Tampak seperti persilangan antara kadal dan armadillo.

Trenggiling adalah satu-satunya mamalia yang seluruhnya tertutup sisik. Ini dikombinasikan dengan fitur unik lainnya telah membuat sulit bagi para ilmuwan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan trenggiling secara genetik.

Penelitian baru dari para ilmuwan Smithsonian memberi penjelasan tentang susunan genetik trenggiling. Penelitian membandingkan susunan genetik trenggiling Malaya dan China dengan yang ada pada mamalia lain yang lebih mudah dilihat. Para ilmuwan mengetahui bahwa set pseudogen, yaitu salinan gen yang tidak lagi berfungsi.

Set pseudogen inilah yang membuat beberapa karakteristik trenggiling yang lebih aneh, misalnya, kekurangan gigi. Yang paling mengejutkan, penelitian ini menemukan bahwa tidak seperti kebanyakan mamalia lainnya, gen yang terkait dengan kemampuan kulit untuk melawan penyakit tidak berfungsi dalam trenggiling. Ini menunjukkan bahwa sisik trenggiling dikembangkan agar berfungsi sebagai pelindung dan mempertahankan diri dari pemangsa.

4. Trenggiling diburu karena sisiknya


Foto: scroll.in

Seperti dilansir dari mnn.com (24/05/2018), mamalia berjalan lamban ini dihargai karena nilai medis dalam praktik-praktik tradisional Tiongkok. Tetapi fakta mengatakan skala keratin trenggiling tidak berguna secara medis.

Meskipun demikian, dilaporkan International Fund for Animal Welfare (IFAW), perdagangan ilegal satwa ini tidak berhenti. Pada tahun 2016, Hong Kong menyita 13,4 ton sisik trenggiling dari operasi perburuan liar yang berasal dari Kamerun, Nigeria dan Ghana. Pada tahun yang sama, China menyita 3,1 ton dari satu operasi di luar Nigeria.

Berdasarkan laporan IFAW dan Interpol, diperkirakan 420.000 trenggiling telah diburu dan diperdagangkan sejak 2015, dengan 2.300 trenggiling utuh, hidup atau mati. Kemudian lebih dari 7.800 metrik ton daging trenggiling beku dan lebih dari 45.000 metrik ton skala trenggiling yang diperdagangkan secara ilegal.

Pejabat Tiongkok bekerja dengan peneliti Universitas Oxford memeriksa ruang lingkup perdagangan, dan tim menemukan catatan bahwa 2,59 ton sisik disita antara 2010 dan 2014. Jumlah itu mewakili hampir 5.000 ekor trenggiling.


5. Ancaman terbesar terhadap trenggiling adalah manusia


Foto: pinterest.com/Anne Birkholz

Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), ancaman terbesar terhadap trenggiling adalah manusia. Hewan-hewan ini diburu dan dibunuh tanpa ampun untuk diambil sisiknya dan dijual di pasar gelap.

Sisik ternggiling digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, meski di atas telah disebutkan secara medis tidak berlaku. Bahkan dilansir dari mnn.com (29/09/2016),dikatakan daging trenggiling dianggap sebagai makanan lezat.

Tapi sekarang, ada kabar baik bagi makhluk-makhluk ini. Perdagangan komersial trenggiling telah secara resmi dilarang oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Keputusan pihak CITES untuk melarang perdagangan komersial internasional trenggiling akan memberi mamalia ini kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama dan berkembangbiak. Diketahui, trenggiling hanya melahirkan satu anak dalam setahun.

Dilansir dari mnn.com (24/05/2018), hampir 180 organisasi non-pemerintah dan orang-orang menandatangani banding pada Mei 2018. Mereka mendesak China untuk meningkatkan perlindungan hukum untuk trenggiling. Saat ini, China mencantumkan trenggiling di tingkat kedua sebagai hewan dilindungi pada National Key Protected Species. Klasifikasi ini berarti trenggiling dapat digunakan dan diperdagangkan dengan persetujuan resmi dan 25 ton trenggiling dapat digunakan dalam produk obat per tahun. (*)

Selasa, 08 Oktober 2019

Inilah 5 Fakta Mengejutkan Tentang Hiu


Publikasi yang salah membuat spesies ikan terbesar ini semakin terancam
Foto: inverse.com

Berdasarkan skala fosil yang ditemukan di Australia dan Amerika Serikat, para ilmuwan berhipotesis hiu (Elasmobranchii) pertama kali muncul di lautan sekitar 455 juta tahun yang lalu.
Ada beberapa ratus spesies hiu, mulai dari yang berukuran kurang dari delapan inci hingga lebih dari 65 kaki.
Hiu ditemukan di lingkungan laut dangkal hingga laut dalam, di lingkungan pesisir, laut, dan samudera di seluruh dunia. Beberapa spesies mendiami daerah pantai yang dangkal, sementara yang lain hidup di perairan dalam, di dasar samudera dan di samudera terbuka. Beberapa spesies, seperti hiu banteng, berkeliaran dengan mudah di air asin, di air tawar dan di air payau.
Hewan yang luar biasa ini memiliki reputasi yang hebat dan biologi yang menakjubkan. Coba simak 5 fakta menakjubkan tentang hiu berikut ini.


1. Hiu tidak memiliki tulang

Foto: nj.com

Hiu menggunakan insangnya untuk menyaring oksigen dari air. Dilansir dari fisheries.noaa.gov (12/07/2018), dijelaskan hiu adalah jenis ikan khusus yang dikenal sebagai "elasmobranch", yang diterjemahkan menjadi ikan yang terbuat dari jaringan cartilaginous, yaitu jaringan tulang rawan seperti pembentuk telinga dan ujung hidung kita.
Meskipun hiu tidak memiliki tulang, mereka masih bisa memfosil. Seiring bertambahnya usia hiu, mereka menyimpan garam kalsium di tulang rawan kerangka mereka untuk memperkuatnya.
Rahang hiu yang kering muncul, tampak berat dan padat seperti tulang. Mineral yang sama tersebut memungkinkan sebagian besar sistem kerangka hiu bisa menjadi fosil. Gigi-giginya pun memiliki enamel, sehingga tampak ketika memfosil.
Meskipun hiu tidak memiliki kerangka bertulang seperti banyak ikan lainnya. Hiu masih dikategorikan dengan vertebrata lain di Filum Chordata, Subphylum Vertebrata, dan Kelas Elasmobranchii. Kelas ini terdiri dari sekitar 1.000 spesies hiu, skate, dan pari.

2. Spesies hiu beragam ukuran

Foto: conservation.org

Hiu memiliki beragam bentuk, ukuran, dan bahkan warna. Dilansir dari fisheries.noaa.gov (12/07/2018), dikatakan hiu adalah ikan terbesar dan ikan terbesar di dunia adalah hiu paus (Rhincodon typus), yang diyakini mencapai panjang maksimal 19,812 m dengan berat bisa mencapai 40 ton. Hiu terkecil dianggap hiu lentera kerdil (Etmopterus perryi), spesies laut dalam langka yang panjangnya sekitar 15 sampai 20 cm. bahkan ditemukan hiu saku (Mollisquama mississippiensis), dengan panjang 14 cm.
Gigi hiu tidak memiliki akar, sehingga biasanya rontok setelah sekitar satu minggu. Namun, hiu memiliki pengganti yang disusun dalam baris dan yang baru dapat bergerak dalam satu hari untuk menggantikan yang lama. Hiu memiliki antara 5 dan 15 baris gigi di setiap rahang, namun kebanyakan memiliki 5 baris.


3. Hiu adalah karnivora yang tak pernah tidur

Foto: telegraph.co.uk

Hiu termasuk karnivora, yang suka berburu dan makan ikan, mamalia laut seperti lumba-lumba dan anjing laut, bahkan hiu lainnya. Beberapa spesies memangsa kura-kura, burung camar, krustasea, moluska, plankton dan udang.
Hiu memiliki sistem garis lateral di sepanjang sisinya yang mendeteksi pergerakan air. Ini membantu hiu menemukan mangsa dan menavigasi benda-benda lain di malam hari atau ketika visibilitas air buruk.
Dijelaskan oleh thoughtco.com (03/07/2019), sistem garis lateral terdiri dari jaringan kanal berisi cairan di bawah kulit hiu. Gelombang tekanan di air laut di sekitar hiu menggetarkan cairan ini. Getaran itu selaanjutnya ditransmisikan ke serat dalam sistem, yang mentransmisikan ke ujung saraf hiu dan pesan tersebut disampaikan ke otak.
Hiu perlu menjaga air bergerak di atas insang mereka untuk menerima oksigen yang diperlukan. Tidak semua hiu perlu bergerak terus-menerus. Beberapa hiu memiliki spiral, lubang kecil di belakang mata mereka, yang memaksa air melintasi insang hiu sehingga hiu bisa diam ketika beristirahat.
Hiu perlu berenang terus-menerus, tetap aktif dan tenang daripada tidur nyenyak. Nampaknya hiu melakukan “berenang tidur”. Namun dengan otak yang kurang aktif, meski mereka terus berenang.

4. Perkembangbiakan

Foto: thoughtco.com

Beberapa spesies hiu bersifat ovipar, artinya mereka bertelur. Spesies yang lain tergolong vivipar dan melahirkan anak muda. Menurut thoughtco.com (03/07/2019), spesies hiu vivipar ini memiliki plasenta seperti bayi manusia. Dalam kasus tersebut, embrio hiu mendapatkan nutrisi dari kantong kuning telur atau kapsul telur yang tidak dibuahi, yang diisi dengan kuning telur.
Namun kadang ada embrio hiu yang kompetitif. Seperti embrio Hiu Macan Pasir, di mana dua embrio terbesar, mengkonsumsi embrio lain dari serasah.
Hiu berumur panjang, rata-rata beruur antara 20-30 tahun. Namun hiu paus, sebagai spesies hiu terbesar, dapat hidup hingga 150 tahun.

5. Hiu bukanlah pemangsa manusia


Foto: independent.co.uk

Publikasi yang salah kaprah dan hingga kini diyakini yaitu bahwa secara umum hiu dianggap sebagai pemangsa manusia yang kejam. Itu adalah kesalahpahaman, karena faktanya, hanya 10 dari semua spesies hiu yang dianggap berbahaya bagi manusia. Seperti yang kita lihat di film-film tentang serangan hiu.
Menurut fisheries.noaa.gov (12/07/2018), hiu akan menyerang manusia bila diganggu atau merasa terancam. Justru sebaliknya, manusia adalah ancaman yang terbesar bagi hiu. Banyak spesies hiu terancam oleh penangkapan ikan atau tangkapan sampingan, yang menyebabkan kematian jutaan hiu setiap tahun.
Dilansir dari conservation.org (2019), justru manusia membunuh hingga 100 juta hiu per tahun. Bandingkan, sementara kematian akibat serangan hiu hanya sekitar 10 peristiwa di seluruh dunia setiap tahun.
Hiu di seluruh dunia adalah target penangkapan ikan terbanyak untuk memenuhi permintaan besar akan sup ikan hiu, makanan lezat dan disukai kalangan atas. Bahkan hiu remaja pun banyak yang ditangkap secara tidak sengaja di perairan bebas yang menargetkan tuna dan billfish.
Selain itu, permintaan pasar akan sirip hiu dan daging untuk restoran juga berdampak pada beberapa spesies hiu. Salah satu ancaman adalah praktik kejam pemotongan sirip hiu. Di mana sirip hiu dipotong sementara sisa hiu dilemparkan kembali ke laut.
Dilansir dari thoughtco.com (03/07/2019), dikatakan International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menilai lebih dari 60 spesies hiu dan pari pelagis. Sekitar 24 persen digolongkan ‘hampir terancam’, 26 persen ‘rentan punah’, dan 6 persen ‘terancam punah’ secara global. Kemudian sekitar 10 digolongkan ‘sangat terancam punah’.
Itulah 5 fakta mengejutkan tentang hiu. Karnivora laut terbesar yang tersebar di seluruh lautan di dunia. (*)





Minggu, 06 Oktober 2019

Fakta-Fakta Menakjubkan Tentang Ubur-Ubur



 Hewan transparan ini telah hidup lebih lama dari dinosaurus selama ratusan juta tahun.



Gambar: shutterstock.com/Chai Seamaker

Ubur-ubur adalah hewan laut yang lengket dan menyengat. Namun, ubur-ubur adalah makhluk yang secara mengejutkan sangat menarik. Bahkan ubur-ubur termasuk hewan paling purba di Bumi yang masih hidup sampai sekarang. Berikut, dilansir dari mnn.com (25/09/2019), coba simak fakta-fakta menarik tentang ubur-ubur ini. Mungkin ada hal yang membuat Anda terkejut tentang hewan agar-agar yang kharismatik ini.

1. Keberadaan ubur-ubur mendahului dinosaurus



gambar: mentalfloss.com

Ubur-ubur tidak memiliki tulang, sehingga fosil sulit didapat. Namun demikian, para ilmuwan memiliki bukti bahwa makhluk-makhluk ini melayang-layang di samudera selama setidaknya 500 juta tahun. Bahkan, kemungkinan garis keturunan ubur-ubur kembali lebih jauh, mungkin 700 juta tahun. Itu kira-kira tiga kali usia dinosaurus pertama.
Dilaporkan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), tidak seperti kebanyakan makhluk laut, ubur-ubur berkembang pesat di lautan, meski ekosistemnya terganggu oleh gelombang panas laut, pengasaman laut, penangkapan ikan berlebihan, dan berbagai pengaruh manusia lainnya.
Bukan berarti ubur-ubur hewan yang kebal, namun menandakan dalam menghadapi keasaman laut, ubur-ubur lebih baik dari hewan lainnya seperti karang, tiram, dan organisme laut apa pun yang membangun cangkang.
Beberapa ubur-ubur sangat kecil sehingga praktis tidak terlihat mengapung di arus laut. Yang terkecil adalah yang ada di genus Staurocladia dan Eleutheria, yang memiliki lonceng cakram mulai dari hanya 0,5 milimeter hingga berdiameter beberapa milimeter.
Sebaliknya, ubur-ubur terbesar di dunia adalah monster sejati, yaitu Ubur-Ubur Surai Singa. Ubur-ubur surai singa (Cyanea capillata), mungkin yang terpanjang di dunia, dengan tentakel yang dapat memanjang sejauh 120 kaki.
Tapi ubur-ubur terbesar di dunia berdasarkan berat dan diameternya adalah ubur-ubur Nomura titanic (Nemopilema nomurai), yang dapat membuat penyelam tampak kerdil di dekatnya. Hewan ini dapat memiliki diameter bel 1,98 m dan beratnya mencapai hampir 200 kg.


2. Ubur-ubur bukan ikan, tetapi zooplankton agar-agar unik


Gambar: cbc.ca/Mr. Nixter

Sekali melihat ubur-ubur dan ini mungkin tampak agak jelas, tetapi mereka sebenarnya bukan ikan. Mereka invertebrata dari filum Cnidaria, dan sangat bervariasi sebagai kelompok taksonomi sehingga banyak ilmuwan menganggapnya sebagai "zooplankton agar-agar".
Tubuh ubur-ubur 98 persennya air. Sehingga ketika terhempas di darat, ubur-ubur bisa menghilang setelah beberapa jam karena tubuh mereka menguap ke udara.
Ubur-ubur tampaknya berbaur dengan lingkungannya, bergelombang lembut dengan arus lautan. Mereka memiliki sistem saraf yang belum sempurna, jaringan saraf longgar yang terletak di epidermis yang disebut "jaringan saraf", tetapi tidak ada otak, juga tidak punya hati.
Meskipun desain tubuh mereka sederhana, beberapa ubur-ubur memiliki kemampuan untuk melihat. Bahkan, untuk beberapa spesies, penglihatan mereka bisa sangat kompleks. Misalnya, ubur-ubur kotak memiliki 24 "mata", dua di antaranya sebenarnya mampu melihat warna. Dipercaya juga bahwa sensor visual yang rumit dari hewan ini menjadikannya salah satu dari sedikit makhluk di dunia yang memiliki pandangan 360 derajat penuh terhadap lingkungannya.
Setidaknya satu spesies unik ubur-ubur yaitu Turritopsis nutricula, di mana ubur-ubur ini mungkin tidak pernah benar-benar mati. Ketika terancam, spesies ini mampu menjalani "transdifferensiasi seluler", yaitu suatu proses di mana sel-sel organisme pada dasarnya menjadi baru kembali. Dengan kata lain, ubur-ubur ini memiliki kemampuan untuk awet muda. Sehingga secara teori, ubur-ubur ini abadi.

3. Ubur-ubur adalah makhluk paling mematikan di Bumi


gambar: shutterstock/Boris Pamikov
Semua ubur-ubur memiliki nematocyst, atau struktur menyengat, tetapi kekuatan sengatannya sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Ubur-ubur yang paling berbisa di dunia mungkin adalah Ubur-Ubur Kotak, yang mampu membunuh manusia dewasa dengan sengatan tunggal hanya dalam beberapa menit.
Seekor ubur-ubur kotak dilaporkan membawa cukup racun untuk membunuh lebih dari 60 manusia. Yang memperburuk keadaan, sengatan mereka sangat menyakitkan, bahkan rasa sakit itu bisa membunuh sebelum racun itu terjadi. Sisi baiknya, pengetahuan itu telah membantu para peneliti Australia untuk mengembangkan penangkal potensial untuk sengatan ubur-ubur kotak.
Meski ada yang mematikan, namun ada ubur-ubur yang dapat dimakan. Di Jepang dan Korea, dapat ditemui beberapa menu dari ubur-ubur. Bahkan, di Jepang ubur-ubur telah berubah menjadi permen. Karamel manis dan asin yang terbuat dari gula, sirup tepung dan bubuk ubur-ubur telah diproduksi oleh siswa dalam upaya untuk memanfaatkan ubur-ubur yang sering mengganggu perairan di Negeri Matahari Terbit ini. (*)