Keberadaannya
paling terancam di dunia akibat perdagangan sisik dan dagingnya.
Trenggiling
sebenarnya hewan yang lucu, namun mereka menjadi hewan paling
terancam punah. Pasalnya trenggiling memegang rekor sebagai mamalia paling
diperdagangkan di dunia.
Trenggiling
juga dikenal sebagai "trenggiling bersisik", dan karena sisiknya
hewan berlidah panjang ini diburu manusia.
Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), dan sumber-sumber lainnya, mari kita cari tahu mengapa hewan menggemaskan ini paling terancam punah.
1. Namanya
dari bahasa Melayu yang berarti ‘menggelinding’
foto: pinterest.com/Africa
Freak
Dilansir
dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), nama ‘trenggiling’
berasal dari kata dalam bahasa Melayu ‘pengguling’, yang secara bebas diterjemahkan
menjadi ‘sesuatu yang menggelinding’.
Pada kenyataannya, trenggiling memang
melakukan hal itu saat terancam. Untuk mempertahankan diri ketika merasa
terancam, mamalia kecil ini menggulung diri membentuk bola, mirip dengan landak
dan armadillo.
Beberapa
spesies, seperti trenggiling berekor panjang, memiliki ekor yang dapat diatur
yang membantu memanjat pohon dan menggantung pada dahan. Baik saat meraih
makanan atau pindah panjatan.
2. Trenggiling
memiliki sisik di tubuh bagian atasnya
Foto: pinterest.com/Atlas
Obscura
Kecuali
bagian bawahnya, tubuh trenggiling tertutup sisik seluruhnya. Dilansir dari worldanimalprotection.org.uk
(11/12/2018), sisik-sisik itu terbuat dari keratin, protein yang sama yang
membentuk rambut dan kuku pada manusia. Berat seluruh sisiknya sekitar 20%
berat tubuhnya.
Dilansir
dari mnn.com (24/05/2018), ada delapan spesies trenggiling yang tersebar
di Asia dan Afrika, sub-Sahara. Hewan nokturnal ini tidak memiliki gigi dan
tidak bisa mengunyah. Namun memiliki lidah runcing, panjang dan lengket sepanjang
16 inci.
Dengan
lidah panjangnya trenggiling melahap semut, rayap, larva, dan serangga lainnya.
Trenggiling
juga memiliki cakar-cakar panjang. Cakar-cakat
itu digunakan untuk menggali sarang semut atau rayap sebelum menjilati dengan
lidah lengketnya.
3. Tubuh
trenggiling memiliki fitur genetik yang unik
Foto: spirithoods.com
Trenggiling
menarik perhatian para ilmuwan selama bertahun-tahun dengan kualitas mirip aardvark.
Dilansir dari mnn.com (29/09/2016), para peneliti menemukan apa yang ada
di balik beberapa fitur unik trenggiling. Tampak seperti persilangan
antara kadal dan armadillo.
Trenggiling
adalah satu-satunya mamalia yang seluruhnya tertutup sisik. Ini dikombinasikan
dengan fitur unik lainnya telah membuat sulit bagi para ilmuwan untuk mencari
tahu apa yang terjadi dengan trenggiling secara genetik.
Penelitian
baru dari para ilmuwan Smithsonian memberi penjelasan tentang susunan genetik
trenggiling. Penelitian membandingkan susunan genetik trenggiling Malaya
dan China dengan yang ada pada mamalia lain yang lebih mudah dilihat. Para
ilmuwan mengetahui bahwa set pseudogen, yaitu salinan gen yang tidak
lagi berfungsi.
Set
pseudogen inilah yang membuat beberapa karakteristik trenggiling yang lebih
aneh, misalnya, kekurangan gigi. Yang paling mengejutkan, penelitian ini
menemukan bahwa tidak seperti kebanyakan mamalia lainnya, gen yang terkait
dengan kemampuan kulit untuk melawan penyakit tidak berfungsi dalam
trenggiling. Ini menunjukkan bahwa sisik trenggiling dikembangkan agar berfungsi
sebagai pelindung dan mempertahankan diri dari pemangsa.
4. Trenggiling
diburu karena sisiknya
Foto: scroll.in
Seperti
dilansir dari mnn.com (24/05/2018), mamalia berjalan lamban ini dihargai
karena nilai medis dalam praktik-praktik tradisional Tiongkok. Tetapi fakta
mengatakan skala keratin trenggiling tidak berguna secara medis.
Meskipun
demikian, dilaporkan International Fund for Animal Welfare (IFAW), perdagangan
ilegal satwa ini tidak berhenti. Pada tahun 2016, Hong Kong menyita 13,4 ton sisik
trenggiling dari operasi perburuan liar yang berasal dari Kamerun, Nigeria dan
Ghana. Pada tahun yang sama, China menyita 3,1 ton dari satu operasi di luar
Nigeria.
Berdasarkan
laporan IFAW dan Interpol, diperkirakan 420.000 trenggiling telah diburu dan
diperdagangkan sejak 2015, dengan 2.300 trenggiling utuh, hidup atau mati.
Kemudian lebih dari 7.800 metrik ton daging trenggiling beku dan lebih dari
45.000 metrik ton skala trenggiling yang diperdagangkan secara ilegal.
Pejabat
Tiongkok bekerja dengan peneliti Universitas Oxford memeriksa ruang lingkup
perdagangan, dan tim menemukan catatan bahwa 2,59 ton sisik disita antara 2010
dan 2014. Jumlah itu mewakili hampir 5.000 ekor trenggiling.
5. Ancaman
terbesar terhadap trenggiling adalah manusia
Foto: pinterest.com/Anne
Birkholz
Dilansir
dari worldanimalprotection.org.uk (11/12/2018), ancaman terbesar
terhadap trenggiling adalah manusia. Hewan-hewan ini diburu dan dibunuh tanpa
ampun untuk diambil sisiknya dan dijual di pasar gelap.
Sisik
ternggiling digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, meski di atas telah
disebutkan secara medis tidak berlaku. Bahkan dilansir dari mnn.com
(29/09/2016),dikatakan daging trenggiling dianggap sebagai makanan lezat.
Tapi
sekarang, ada kabar baik bagi makhluk-makhluk ini. Perdagangan komersial
trenggiling telah secara resmi dilarang oleh Convention on International
Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
Keputusan
pihak CITES untuk melarang perdagangan komersial internasional trenggiling akan
memberi mamalia ini kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama dan
berkembangbiak. Diketahui, trenggiling hanya melahirkan satu anak dalam
setahun.
Dilansir
dari mnn.com (24/05/2018), hampir 180 organisasi non-pemerintah dan
orang-orang menandatangani banding pada Mei 2018. Mereka mendesak China untuk
meningkatkan perlindungan hukum untuk trenggiling. Saat ini, China mencantumkan
trenggiling di tingkat kedua sebagai hewan dilindungi pada National Key Protected
Species. Klasifikasi ini berarti trenggiling dapat digunakan dan
diperdagangkan dengan persetujuan resmi dan 25 ton trenggiling dapat digunakan
dalam produk obat per tahun. (*)















