Gambar: shutterstock.com/Chai Seamaker
Ubur-ubur
adalah hewan laut yang lengket dan menyengat. Namun, ubur-ubur adalah makhluk
yang secara mengejutkan sangat menarik. Bahkan ubur-ubur termasuk hewan paling
purba di Bumi yang masih hidup sampai sekarang. Berikut, dilansir dari mnn.com
(25/09/2019), coba simak fakta-fakta menarik tentang ubur-ubur ini. Mungkin
ada hal yang membuat Anda terkejut tentang hewan agar-agar yang kharismatik
ini.
1. Keberadaan
ubur-ubur mendahului dinosaurus
gambar: mentalfloss.com
Ubur-ubur
tidak memiliki tulang, sehingga fosil sulit didapat. Namun demikian, para
ilmuwan memiliki bukti bahwa makhluk-makhluk ini melayang-layang di samudera
selama setidaknya 500 juta tahun. Bahkan, kemungkinan garis keturunan ubur-ubur
kembali lebih jauh, mungkin 700 juta tahun. Itu kira-kira tiga kali usia
dinosaurus pertama.
Dilaporkan
The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), tidak seperti
kebanyakan makhluk laut, ubur-ubur berkembang pesat di lautan, meski ekosistemnya
terganggu oleh gelombang panas laut, pengasaman laut, penangkapan ikan
berlebihan, dan berbagai pengaruh manusia lainnya.
Bukan
berarti ubur-ubur hewan yang kebal, namun menandakan dalam menghadapi keasaman
laut, ubur-ubur lebih baik dari hewan lainnya seperti karang, tiram, dan
organisme laut apa pun yang membangun cangkang.
Beberapa
ubur-ubur sangat kecil sehingga praktis tidak terlihat mengapung di arus laut. Yang
terkecil adalah yang ada di genus Staurocladia dan Eleutheria,
yang memiliki lonceng cakram mulai dari hanya 0,5 milimeter hingga berdiameter
beberapa milimeter.
Sebaliknya,
ubur-ubur terbesar di dunia adalah monster sejati, yaitu Ubur-Ubur Surai
Singa. Ubur-ubur surai singa (Cyanea capillata), mungkin yang
terpanjang di dunia, dengan tentakel yang dapat memanjang sejauh 120 kaki.
Tapi
ubur-ubur terbesar di dunia berdasarkan berat dan diameternya adalah ubur-ubur Nomura
titanic (Nemopilema nomurai), yang dapat membuat penyelam tampak kerdil di
dekatnya. Hewan ini dapat memiliki diameter bel 1,98 m dan beratnya mencapai hampir
200 kg.
2. Ubur-ubur
bukan ikan, tetapi zooplankton agar-agar unik
Gambar: cbc.ca/Mr.
Nixter
Sekali
melihat ubur-ubur dan ini mungkin tampak agak jelas, tetapi mereka sebenarnya
bukan ikan. Mereka invertebrata dari filum Cnidaria, dan sangat
bervariasi sebagai kelompok taksonomi sehingga banyak ilmuwan menganggapnya
sebagai "zooplankton agar-agar".
Tubuh
ubur-ubur 98 persennya air. Sehingga ketika terhempas di darat, ubur-ubur bisa
menghilang setelah beberapa jam karena tubuh mereka menguap ke udara.
Ubur-ubur
tampaknya berbaur dengan lingkungannya, bergelombang lembut dengan arus lautan.
Mereka memiliki sistem saraf yang belum sempurna, jaringan saraf longgar yang
terletak di epidermis yang disebut "jaringan saraf", tetapi
tidak ada otak, juga tidak punya hati.
Meskipun
desain tubuh mereka sederhana, beberapa ubur-ubur memiliki kemampuan untuk
melihat. Bahkan, untuk beberapa spesies, penglihatan mereka bisa sangat
kompleks. Misalnya, ubur-ubur kotak memiliki 24 "mata", dua di
antaranya sebenarnya mampu melihat warna. Dipercaya juga bahwa sensor visual
yang rumit dari hewan ini menjadikannya salah satu dari sedikit makhluk di
dunia yang memiliki pandangan 360 derajat penuh terhadap lingkungannya.
Setidaknya
satu spesies unik ubur-ubur yaitu Turritopsis nutricula, di mana ubur-ubur
ini mungkin tidak pernah benar-benar mati. Ketika terancam, spesies ini mampu
menjalani "transdifferensiasi seluler", yaitu suatu proses di
mana sel-sel organisme pada dasarnya menjadi baru kembali. Dengan kata lain,
ubur-ubur ini memiliki kemampuan untuk awet muda. Sehingga secara teori,
ubur-ubur ini abadi.
3. Ubur-ubur
adalah makhluk paling mematikan di Bumi
gambar: shutterstock/Boris
Pamikov
Semua
ubur-ubur memiliki nematocyst, atau struktur menyengat, tetapi kekuatan
sengatannya sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Ubur-ubur yang paling
berbisa di dunia mungkin adalah Ubur-Ubur Kotak, yang mampu membunuh
manusia dewasa dengan sengatan tunggal hanya dalam beberapa menit.
Seekor
ubur-ubur kotak dilaporkan membawa cukup racun untuk membunuh lebih dari 60
manusia. Yang memperburuk keadaan, sengatan mereka sangat menyakitkan, bahkan rasa
sakit itu bisa membunuh sebelum racun itu terjadi. Sisi baiknya, pengetahuan
itu telah membantu para peneliti Australia untuk mengembangkan penangkal
potensial untuk sengatan ubur-ubur kotak.
Meski
ada yang mematikan, namun ada ubur-ubur yang dapat dimakan. Di Jepang dan Korea,
dapat ditemui beberapa menu dari ubur-ubur. Bahkan, di Jepang ubur-ubur telah
berubah menjadi permen. Karamel manis dan asin yang terbuat dari gula, sirup
tepung dan bubuk ubur-ubur telah diproduksi oleh siswa dalam upaya untuk
memanfaatkan ubur-ubur yang sering mengganggu perairan di Negeri Matahari
Terbit ini. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar